R. Soetisna Sendjaja: Propagandis Kebangsaan & Maestro Media Sunda

R. Soetisna Sendjaja: Propagandis Kebangsaan & Maestro Media Sunda

Oleh: Muhajir SalamTasikmalaya adalah pusat perkembangan media terkemuka di Jawa. Pada dekade 20 sampai 40-an, terbitan karya jurnalistik asal kota Tasikmalaya menguasai lebih dari 40% karya jurnalistik di Jawa Barat. Fakta ini mejadi penanda dari tingginya tingkat keinsyafan juga kemajuan rakyat dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi. Mengingat pers memiliki peran penting sebagai corong informasi ..

R. AHMAD ATMADJA: Pelopor Sakola Modern Pribumi Sunda

R. AHMAD ATMADJA: Pelopor Sakola Modern Pribumi Sunda

Oleh: Muhajir Salam Sejarah sekolah modern untuk bangsa pribumi di Tasikmalaya, pertama kali dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1871. Sebuah koran berbahasa Belanda bernama Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie edisi 24 Juli 1871, mewartakan pendirian sekolah pribumi di Tasikmalaya tersebut. Dalam koran tersebut jugadiwartakan beberapa nama guru yang akan mengajar di sekolah ..

HADJI ISMAEL: Revolusioner Yang Mengguncang Hindia-Belanda 1919

HADJI ISMAEL: Revolusioner Yang Mengguncang Hindia-Belanda 1919

Oleh: Muhajir Salam Indutrialisasi terus berkembang, kapitaslisme semakin kuat bercokol. Infrastruktur untuk memfasilitasi kepentingannya terus dikembangkan. Rakyat Tasikmalaya dipaksa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Sejak pemerintah kolonial meresmikan jalur kereta api yang menghubungkan Tasikmalaya dengan kota-kota besar di pulau Jawa. Keberadaan perangkat sistem transportasi ini mendorong keterbukaan dalam segala bidang. Kreatifitas ekonomi rakyat tumbuh berkembang, ..

Pemerintahan Sukapura di Manonjaya

Pemerintahan Sukapura di Manonjaya

oleh: Muhajir Salam Pada tahun 1808 Herman Willem Daendels menjabat gubernur jendral Hindia Belanda yang berkedudukan di Batavia. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jendral baru ini, seluruh negeri di tanah Jawa dan Sunda mamasuki sistem kolonialisme baru. Kebijakan politik era Daendels lebih buruk ketimbang kompeni. Mulai tahun 1808, seluruh kabupaten di Priangan masuk kedalam “penjajahan” dalam ..

Pemerintahan Sukapura di Sukaraja

Pemerintahan Sukapura di Sukaraja

oleh: Muhajir Salam Sejak 1632, rakyat Sukapura (baca: Tasikmalaya) hidup makmur sejahtera di alam tradisional yang bebas dan merdeka. Mereka hidup makmur dan sejahtera dalam pola budaya ekonomi yang sangat bersahaja. Tanah dan kekayaan alam yang melimpah mencukupi segala kebutuhannya. Pertanian adalah jantung perekonomian yang paling utama. Padi merupakan panganan pokok yang dihasilkan dari huma ..

Rd. Wirawangsa: Ksatria Pemberani Pendiri Kabupatian Sukapura

Rd. Wirawangsa: Ksatria Pemberani Pendiri Kabupatian Sukapura

oleh: Muhajir Salam Keberanian Ki Wirawangsa dalam menumpas pemberontakan Dipati Ukur membuahkan hasil yang sangat besar. Sukakerta yang awalnya kekuasaan setingkat umbul, berubah menjadi Sukapura yang kekuasaanya setara dengan kabupaten. Pada tanggal 9 Muharam tahun Jim Akhir atau tanggal 26 Juli 1632, Sultan Agung mengangkat umbul Sukakerta, Ki Wirawangsa, menjadi Mantri Agung Bupati Sukapura dengan ..

Ambisi Mataram Dan Tragedi Dipati Ukur

Ambisi Mataram Dan Tragedi Dipati Ukur

oleh: Muhajir Salam Sultan Agung Mataram sangat berambisi menguasai seluruh tanah Jawa dan Sunda. Sebagai koloni Mataram, Wedana Bupati dan para pemimpin bawahannya harus mengabdi dan tunduk pada kepentingan Sultan Agung dan Mataram. Sultan Agung memanfaatkan para penguasa Priangan memperluas wilayah kekuasaan Mataram. Situasi ini telah menyeret dan memaksa para pemimpin Priangan terlibat dalam berbagai ..

Ekspansi Mataram Ke Priangan

Ekspansi Mataram Ke Priangan

Oleh: Muhajir Salam Pada tahun 1577, Ki Ageng Pemanahan mulai bekerja keras membuka Alas Mentaok untuk dijadikan pemukiman yang tertata. Pada abad 16, Alas Mentaok berkembang menjadi daerah yang makmur diberi nama Mataram. Namun, kekuatan politik Mataram sangat pesat menguat. Pada tahun 1584, Sutawijaya menjadi Raja Mataram dengan gelar Panembahan Senopati, sebagai Raja Mataram Islam ..

SUKAKERTA: Cikal Bakal Kabupatian Sukapura

SUKAKERTA: Cikal Bakal Kabupatian Sukapura

oleh: Muhajir Salam Sukakerta diyakini sebagai penerus kerajaan Galunggung. Dimana Prabu Guru Darmasiksa secara berurutan digantikan oleh Prabu Ragasuci Sang Lumahing Taman, Ratu Galung Sakti, Sembah Gelek, Ratu Panyosogan, Sang Lumahing Gunung Raja, dan Sri Gading Anteg. Sukakerta didirikan oleh Sri Gading Anteg. Pusat pemerintahannya di Dayeuh Tengah (daerah Salopa). Adalah kekuasaan yang merdeka dari ..